Aqidah, Nasehat

‘Korupsi’ Terbesar Itu Bernama Kesyirikan Maka Jangan Pernah Membela Pelakunya

Korupsi Terbesar Itu Bernama Kesyirikan

Betapa menyedihkannya melihat sebagian kaum muslimin lebih mendahulukan akal, perasaan atau hawa nafsunya dihadapan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah di atas bimbingan para ulama. Sehingga terlontarlah dari mulut mulut mereka “lebih baik Kafir asal tidak korupsi di banding Muslim tapi korup”. Ucapan yang keluar akibat gerusan syahwat dan hawa nafsu perlahan mengikis Aqidah yang sebelumnya terukir dalam dada. Ucapan yang tidak akan pernah keluar dari Muslim yang memahami agamanya dengan pemahaman yang benar dan meletakkan hawa nafsunya di hadapan Al Qur’an dan Sunnah. Kalimat  yang tidak sepantasnya terucap oleh manusia yang memahami bahwa makna MUSLIM artinya menyerahkan dan tunduk sepenuhnya dihadapan aturan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Allah Ta’ala Berfirman :

(وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ)

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” [Surat Luqman 22]

Allah Ta’ala juga berfirman :

(وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Surat Al-Ahzab 36]

Dan telah tetap larangan Allah Ta’ala dalam Al Qur’an akan tidak bolehnya menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, teman setia, penolong. Dan telah tetap larangan Allah Ta’ala haramnya memberikan loyalitas kepada orang orang kafir.

Allah Ta’ala Berfirman :

(لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [Surat Al-Mujadila 22]

Tidaklah dipungkiri korupsi adalah sebuah kezaliman bahkan kezaliman yang sangat besar. Mengambil sesuatu yang bukan haknya atau memalingkan kepada orang yang tidak memiliki hak tersebut. Maka ketahuilah wahai saudaraku yang baik, kezaliman terbesar itu adalah Kesyirikan. Sebab ia telah melanggar hak Allah Ta’ala untuk diibadahi dan dipatuhi secara Mutlaq. Para pelaku Kesyirikan itu telah ‘mengkorupsi’ hak Allah Ta’ala yang merupakan hak mutlak bagi Allah semata, yakni di sendirikan/ditauhidkan dalam ibadah.

Allah Ta’ala Berfirman :

(وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” [Surat Luqman 13]

Maka korupsi yang dilakukan oleh para koruptor itu tidaklah ada apa-apanya dibanding ‘korupsi’ yang dilakukan oleh para pelaku Kesyirikan dan kekafiran tersebut.

Kalimat ini sangat berbahaya sebab seakan tidak ada lagi seorang muslim pun yang bisa menjadi pemimpin yang jujur dan amanah. Padahal amanah yang terbesar adalah beribadah kepada Allah semata, membenarkan Al Qur’an dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan pelaku Kesyirikan dan kekafiran telah mengkhianati amanah terbesar ini.

Wahai saudaraku yang baik, kita marah dan kesal ketika para koruptor itu mengambil dan melanggar hak kita. Kita jadi naik pitam ketika para koruptor itu melakukan kezhaliman. Tapi kita ternyata baik baik saja bahkan membela sang KORUPTOR TERBESAR yang telah melanggar hak Allah dan Rasul-Nya. Kita ternyata malah memuji seseorang yang telah memalingkan hak Allah Ta’ala untuk diibadahi semata dan Hak Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk dibenarkan, diikuti dan ditaati. Pun ketika sang KORUPTOR itu bertindak semakin kurang ajar terhadap Kitab Allah Ta’ala kita justru berdiri membela dan mencari pembenaran untuknya. Allahul Musta’an. Apakah pengakuan kita sebagai muslim hanya sebatas KTP, Cinta kepada Allah Ta’ala hanyalah sebuah wacana, Cinta kita kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam hanyalah sebuah fatamorgana. Seakan banyak diantara kita mengatakan ‘yang penting hak saya tidak dilanggar, adapun hak Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bukanlah urusan saya’. Sungguh Ironis ketika perbuatan kita Mendustakan pengakuan kita. Kita berdiri mencela koruptor yang mengkorupsi hak rakyat disaat yang sama kita berdiri membela atau berada dibarisan Koruptor yang mengkorupsi (memalingkan) hak Allah dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sehingga kita pun menjadi koruptor yang bahkan lebih jelek dari koruptor (uang) yang kita cela sebab kita telah ikut ‘mengkorupsi’ hak Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam yakni dibela dari para pencela dan Berlepas Diri Dari Kesyirikan dan Pelakunya sebagaimana diperintahkan oleh Allah Jalla Jalaaluh

Wahai saudaraku tinggalkan dan berhentilah membela kaum yang mereka mereka telah Allah Ta’ala murkai, jangan sampai penyesalan nanti di Kuburan.

Allah Ta’ala Berfirman :

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

[Surat Al-Mumtahana 13]

Jangan sampai kecintaan kita kepada harta, anak, dan perkara dunia lainnya membawa penyesalan dan itu datang ketika telah datang ketetapan dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala Berfirman :

(قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ)

“Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.’ [Surat At-Tawbah 24]

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: