Manhaj

Ada Apa Dengan Tahun Baru Masehi

Bismillah

*Beberapa Catatan Faedah dari Ta’lim Ust. Thoriq* _Hafizhahulloh_*
_Di Masjid Al Ikhlas Bumi Pallangga Mas 2 Cambaya_

*ADA APA DENGAN TAHUN BARU MASEHI ?*

Ni’mat terbesar dalam islam adalah ni’mat hidayah , masuk dan berada dalam islam serta mengetahui islam yang sebenarnya , yang murni berasal dari rasulullah.
*Ini harus di syukuri*

Karena Banyak pula dari kalangan muslimin yang berada dalam islam , tapi belum mengetahui bagaimana syariat islam yang sebenarnya , mereka menyimpang dari sunnah rasulullah.
Mereka hanya mengenal Islam dari bapak-bapak mereka , dari nenek moyang mereka.

*Hidayah terbagi atas :*

_Hidayah ilal islam_ artinya minta hidayah kepada Allah agar masuk ke dalam islam

_Hidayah fil islam_ artinya hidayah untuk mengenal ajaran islam yang sebenarnya

Dalam ayat. ( ﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﺴْﺘَﻌِﻴﻦُ )
Ini mencakup permintaan 2 hidayah ini yaitu agar masuk ke dalam islam dan mengenal ajaran islam yang sebenarnya

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌُﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ ﻓِﻰ ﺟُﺤْﺮِ ﺿَﺐٍّ ﻻَﺗَّﺒَﻌْﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ , ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺁﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﻦْ

_“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya .” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani? ” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi? ”_ (HR. Muslim no. 2669).

Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bahwa umat islam nantinya akan mengikuti kebiasan yahudi dan nashara sedikit demi sedikit.

Imam An Nawawi dalam syarh Sahih Muslim berkata ,
_Yang dimaksud disini. _ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉ_
_( sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta )_ dan _ ﺟُﺤْﺮِ ﺿَﺐّ ( lubang biawak )_
_adalah perumpamaan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menggambarkan betapa semangatnya ( senangnya ) kaum muslimin mengikuti kebiasaan yahudi dan nashara walau sampai kedalam perkara yang sangat sulit sekalipun_

*Dan hadist ini terdapat mukjizat yang sangat nampak , ternyata apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah terjadi.*

Di jaman sekarang ini, ketika ada ajaran dari kaum kafir , maka kaum muslimin sangat bersemangat dalam mengikutinya , sedangkan jika ada ajaran dari islam maka kaum kafir tidak pernah mau mengikutinya.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam
_“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”_ (HR Abu Dawud 3745)

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengkhabarkan bahwa saat itu kaum muslimin jumlahnya banyak tetapi seperti buih / busa ( tidak berbobot ) Karena saat itu banyak kaum muslimin yang tidak mengenal agamanya , sebaliknya sangat bersemangat dalam mengikuti orang2 kafir. ( inilah yang terjadi pada jaman sekarang )
Sebagai contohnya kaum muslimin yang merayakan tahun baru masehi pada zaman sekarang dan ini termasuk mengikuti ajaran yahudi dan nashara.

*Jika dalam tahun baru islam ( 1 muharram ) saja tidak di kenal adanya sejarah atau keterangan bahwa Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya serta para imam imam kaum muslimin merayakannya ( tahun baru islam ) , lalu mengapa kaum muslimin mau merayakan tahun baru masehi yang merupakan tahun barunya kaum kafir.*

*Sejarah Munculnya Tahun Baru*

Tahun baru masehi itu di munculkan rajanya bangsa romawi yaitu bernama yang julius caesar.
Adapun januari itu sendiri berasal dari nama Dewa bangsa Romawi yang bernama Janus.

Setelah ditetapkannya tahun masehi oleh romawi maka kaum majusi ( penyembah api ) mendekati bangsa romawi dan mengadakan perayaan berkaitan tahun baru dengan nama Nairuz yang artinya tahun baru

Mereka ( majusi ) menyakini bahwa pada waktu perayaan _nairuz_ ( tahun baru ) sembahan mereka menciptakan cahaya dan mereka pada saat itu mereka menyalakan api yang sangat besar
( ini identik dengan kembang api yang di nyalakan pada zaman sekarang )

Setelah itu Tahun baru juga di peringati oleh yahudi
Mereka mengadakan perayaan _Al Hisya’u_ yang artinya pesta awal tahun baru
Dan di sebutkan ( mereka menyakini ) bahwa dalam kitab taurat mereka pada hari itu Allah Ta’ala perintahkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk menyembelih Nabi Ishaq ‘alaihissalam
( mereka menyakini bukan Nabi Ismail ‘alaihissalam yang di sembelih karena kebencian mereka kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang merupakan keturunan Nabi Ismail ‘alaihissalam )

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﺄَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻳَﻮْﻣَﺎﻥِ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺳَﻨَﺔٍ ﻳَﻠْﻌَﺒُﻮﻥَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﺪِﻡَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺎﻥِ ﺗَﻠْﻌَﺒُﻮﻥَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻭَﻗَﺪْ ﺃَﺑْﺪَﻟَﻜُﻢْ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺄَﺿْﺤَﻰ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, dahulu orang-orang Jahiliyyah memiliki dua hari di setiap tahun yang malan mereka biasa bersenang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota Madinah, beliau bersabda,
_“Dahulu kalian memiliki dua hari di mana kalian bersenang-senang ketika itu. Sekarang Allah telah menggantikan untuk kalian dengan dua hari besar yang lebih baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. ”_(HR. Abu Daud no. 1134; An-Nasa’i no. 1556. Sanad hadits ini shahih menurut Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan dalam
Minhah Al-‘Allam , 4: 142)

*_Ternyata Tahun Baru Masehi bukan dari lslam dan HARAM bagi kaum muslimin untuk merayakannya._*

*Kebencian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap perayaan orang orang kafir*

Ada seorang lelaki yang datang kepada baginada Rasul Shallallahu alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menanyakan kepadanya.

: ﻫَﻞْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺛَﻦٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻭْﺛَﺎﻥِ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻳُﻌْﺒَﺪُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻻَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻫَﻞْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻋِﻴْﺪٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻋْﻴَﺎﺩِ ﻫِﻢْ؟، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻻَ، ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺃَﻭْﻑِ ﺑِﻨَﺬَﺭِﻙَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻻَ ﻭَﻓَﺎﺀَ ﻟِﻨَﺬَﺭٍ ﻓِﻲْ ﻣَﻌْﺼِﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﻤﻠِﻚُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ

_“Apakah disana ada berhala, dari berhala berhala orang Jahiliyah yang disembah ?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari raya mereka ?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi bersabda, “Tepatillah nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”_
(HR Abu Dawud)

Maka di fahami dari hadist bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan laki-laki tersebut menyembelih ( melakukan ibadah ) di tempat tsb ( Buwanah ) dengan syarat tempat itu bersih dari perayaan dan peribadatan orang kafir.
*Kebalikannya*, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan peribadatan di tempat-tempat yang pernah menjadi tempat peribadatan kaum kafir.
Karena tidak boleh bercampur antara peribadatan kaum muslimin dengan peribadatan ( perayaan ) kaum kafir

*Beberapa kemungkaran dalam perayaan tahun baru*

*1. Tasyabbuh ( menyerupai ) orang kafir , dan ini dosa yang sangat besar*

Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

_‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”_ (HR Abu Dawud, hasan)

Abdullah bin Amr bin Ash berkata,
_“Siapa yang mengikuti negera-negara ‘ajam (non Islam)dan melakukan perayaan Nairuz dan Mihrajan serta menyerupai mereka sampai ia meninggal dunia dan dia belum bertobat, maka dia akan dikumpulkan bersama mereka pada Hari Kiamat

*2. Begadang untuk perkara yang tidak bermanfaat*

Begadang merupakan perkara yang di benci Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam .

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺑَﺮْﺯَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚَ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ

_Dari Abu Barzah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka tidur sebelum shalat ”Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.”_
(H.R. Bukhari)

Jika berbincang-bincang setelah isya saja Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam tidak suka , maka bagaimana lagi jika begadang sambil melakukan kemungkaran.

*3. Mengganggu kaum muslimin*

Waktu tangah malam adalah waktu istirahat bagi kaum muslimin.

Dalam perayaan ini , bunyi petasan , terompet , dll telah mengganggu istrahatnya kaum muslimin , mengganggu sholatnya kaum muslimin yang lagi bermunajat kepada rabbnya.

*Dan mengganggu atau menyakiti kaum muslimin secara umum adalah perbuatan yang dilarang*

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻢُ ﻣَﻦْ ﺳَﻠِﻢَ ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﻳَﺪِﻩِ , ﻭ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟِﺮَ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ

_*“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya*. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .”_
(HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sedang beri’tikaf telah bersabda, artinya,
_”Ketahuilah bahwa setiap dari kalian sedang bermunajat kepada Rabbnya, *maka janganlah sebagian )9mengganggu yang lainnya.”*_
(HR Ahmad, Abu Dawud dan dishahihkan al-Albani).

*4. Pada malam perayaan tahun baru banyak dari manusia yang menjadi saudara-saudara syaiton*

Karena pada malam itu banyak harta yang di hambur hamburkan ( mubazir harta ) untuk membeli sesuatu yang yang tidak bermanfaat. ( membeli kembang api , terompet dll )

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻻ ﺗُﺒَﺬِّﺭْ ﺗَﺒْﺬِﻳﺮًﺍ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦِ

_“Dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan .”_
(QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, _“Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang m keliru.”_ ( bukan pada jalan yang di ridho Allah Ta’ala ).

*Kewajiban kita adalah cukup menyampaikan kepada mereka dan masalah hidayah kembali kepada haq Allah Ta’ala.*

_Wallahu ‘alam_
_silahkan di koreksi kesalahannya_
_silahkan di share_

🔻🔻🔻🔻🔻
Sumber : *WhatsApp Group As-Sunnah Makassar*

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: