Muslimah/Keluarga, Uncategorized

Hak Istri Terhadap Suami (Dari Kitab Nashihatiy Lin Nisa)

Bismillah

*Beberapa faidah yang tercatat dalam DAURAH ILMIAH ISLAMIYAH*
*Bersama Al Ustadz Abu ‘Abdillah Sahl _hafizhahulloh_*

*HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI*
_(Dari Kitab Nashihati Lin Nisa – Karangan Ummu ‘Abdillah Bintu Asy-Syaikh Muqbil)_

*HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI*

“`Dan Diantara Hak Istri Terhadap Suaminya“`

*Hak ke-1 ; seorang suami memberikan nafkah untuk istrinya*

Dikisahkan Ketika haji Wada’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan khutbah di hadapan manusia. Di antara isi khutbah beliau adalah:
_“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. *Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.*”_ (HR. At-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851)

Tapi salah satu bentuk pengkhianatan  seorang suami kepada orang yang di tanggung nya ( Anak dan istrinya ) yaitu dengan memberikan nafkah yang harom bagi Istri dan Anaknya .
Makanya Wajib bagi seorang suami

Tatkala ketika seorang suami mencari rezeki , buat istri dan anaknya maka niatkan hal itu merupakan nafkah bagi mereka sehingga bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala

Sebagaimana hadits Abu Mas’ud al Anshari radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

ﺇِﺫَ ﺍ ﺃَﻧْﻔَﻖَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﻧَﻔَﻘَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺒُﻬَﺎ ‏ ﻛَﺎﻧَﺖْ
ﻟَﻪُ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ

_“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.”_
( HR. al-Bukhari no. 55, 4006, 5351 dan Muslim no. 1002)

Dan sebagian Nafkah bagi istri adalah dari Makan dan Pakaian yang pantas bagi istri dengan catatan istri tidak memberikan beban yang melebihi kemampuan suami.

*Hak ke-2 ; jika seorang suami  ingin memberikan pengajaran kepada istrinya maka jangan  pukul isteri pada bagian wajahnya*

Batasan suami dalam memberi pengajaran ( memukul ) istrinya
-. pukulan yang lembut , tidak menimbulkan bekas
-. jangan memukul di bagian wajah
-. jangan memukul melebihi 10x

*Hak Ke-3 ; jika seorang suami ingin mendidik istrinya maka jangan menjelekkan istrinya dengan mendoakan kejelekan pada istrinya*

Bagaimanapun kondisi seorang isteri  maka seorang suami harus menahan lisannya dari mendoakan kejelekan kepada istrinya tsb

*Hak Ke-4 ; jika seorang suami ingin mendidik istrinya maka jangan dia jauhi istrinya kecuali hanya  dalam rumah

Dan Dalil dari 3 Hak ini adalah ;
Ketika Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apa hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

ﺃَﻥْ ﺗُﻄْﻌِﻤَﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﻃَﻌِﻤْﺖَ ﻭَﺗَﻜْﺴُﻮَﻫَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻛْﺘَﺴَﻴْﺖَ، ﻭَﻻَ ﺗَﻀْﺮِﺏِ ﺍﻟْﻮَﺟْﻪَ، ﻭَﻻَ ﺗُﻘَﺒِّﺢْ ﻭَﻻَ ﺗَﻬْﺠُﺮْ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ

_“Engkau beri makan istrimu bila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan, dan jangan engkau boikot kecuali di dalam rumah.”_
( HR. Abu Dawud no.1830 dan Ibnu Majah no. 1840.

*Tahapan dari memberi pengajaran pada istri yang melakukan pembangkangan kepada suaminya*

1. Menasehati mereka , jika tidak mampan
2. pisah ranjang dengan mereka, jika tidak mampan
3. Pukul dengan pukulan yang lembut dan tidak memberikan bekas dan janga di wajah ,

*Hak ke-5 ;  jika suami kembali dari safar maka jangan dia masuk ke dalam rumah tampa memberitahukan istrinya terlebih dahulu( jangan membuat kaget istri )*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan). ” [HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim].

*Hak ke-6 ; Mengajari Istri*

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
_“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.”_
(HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Dan sebesar besar pemahaman yang diajarkan seorang suami kepada isterinya adalah pemahaman , pengajaran terhadap ilmu agama dengan cara yang lemah lembut , dan jangan memaksakan pengajaran kepada istri di luar kemampuannya.

Dari Aisyah radiyAllaahu ‘anha,   Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda ;
_“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.”_  (HR. Muslim no. 2594)

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻷَﻫْﻠِﻪِ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻷَﻫْﻠِﻲ

_“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku”_ [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas.  ]

*Hak ke-7 ; Hendaknya  suami dalam Mempergauli istri dengan cara yang baik*

Allah Ta’ala berfirman

ﻭَﻋَﺎﺷِﺮُﻭﻫُﻦَّ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ۚ

_Dan bergaullah dengan mereka secara patut_.  ( QS An Nisa 19 )

ﻭَﻟَﻬُﻦَّ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑ

_Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf_
( QS Al Baqarah , 228 )

sebagian suami kadang menganggap istrinya sebagai budak ( tidak diposisikan sebagaimana mestinya) dan ini merupakan sebab timbulnya perpecahan dalam rumah tangga

*Hak ke-8 ;  Hendaklah  seorang suami juga berhias di hadapan istrinya*

Abdullah ibnu Abbas Radhiallahu  ‘anhu berkata aku senang untuk berhias dihadapan isteriku sebagaiman saya senang takkala isteriku berhias di hadapanku.

*Hak le-10 ; Seorang suami Jangan  mencegah  istrinya ketika istrinya ingin menghadiri shalat jamaah*

“`(…..SELESAI….)“`

_Wallahu A’lam_
_Tolong di koreksi jika ada kesalahan_
_Silahkan di share_
________________________________

Sumber : *WAG As-Sunnah Makassar*
Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: