Muslimah/Keluarga, Nasehat, Uncategorized

TIPS SUKSES MENDIDIK ANAK.

Bismillah

*Bebarapa Faedah Daurah yang tercatat dalam daurah Al Ustadz Abu ‘abdillah Sahl _Hafidzhahullah_.*

*TIPS SUKSES MENDIDIK ANAK.*
_( Penjelasan kitab Rakaiz Fi tarbiyatil Abnaa_, Karangan Asy-Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad )_

Ketika orang tua memperhatikan tips tips ini maka dia akan memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat.

Di Dunia , Anak yang shaleh ini akan menjaga hak hak AllahTa’ala , akan berbakti kepada Orangtuanya , jauh dari durhaka kepada orangtuanya karena islam telah menuntun dirinya.
Sedangkan ketika orang tuanya telah meninggal ( diakhirat ) maka anak yang sholeh ini akan berusaha terus menerus mendoakan orangtuanya

Dan diantara kita dalam mendidik anak sebagai berikut ;

*1. Bagi Pemuda…Pilihlah wanita yang Sholehah sebagai istri*

Tips ini di lakukan sebelum anak yang lahir , maka wajib untuk mencari sosok istri yang dikenal dengan kebaikannya , Ketaqwaannya , kesholehannya , yang istiqamah tetap di atas agamanya.

Allah Ta’ala berfirman:

ﻓَﺎﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ﻗَﺎﻧِﺘَﺎﺕٌ ﺣَﺎﻓِﻈَﺎﺕٌ ﻟِﻠْﻐَﻴْﺐِ ﺑِﻤَﺎ ﺣَﻔِﻆَ ﺍﻟﻠَّﻪُ

_“… Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…”_
[An-Nisaa’/4: 34]

“`Ciri Ciri Wanita sholehah dalam ayat ini ;“`

~. Wanita sholeh senantiasa menjaga hubungannya kepada Allah ta’ala dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah Ta’ala

~. wanita yang senantiasa menjaga dirinya , menjaga kehormatan suaminya , menjaga amanah dari suaminya

Perkara yang salah jika ada pemuda yang melamar wanita dengan memilih wanita yang sembarangan , tidak menilai wanita tersebut terlebih dahulu

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

ﺗُﻨْﻜَﺢُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﻷَﺭْﺑَﻊٍ : ﻟِﻤَـﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺤَﺴَﺒِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺠَﻤَﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺪِﻳْﻨِﻬَﺎ، ﻓَﺎﻇْﻔَﺮْ ﺑِﺬَﺍﺕِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﺗَﺮِﺑَﺖْ ﻳَﺪَﺍﻙَ .

_“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”_

Janganlah karena kecantikan seorang wanita maka seseorang tidak lagi memperhatikan ( menilai ) wanita tersebut dari sisi adanya yaitu dari ketaqwaannya , keistiqamaannya dalam agama.

Syaikh mengungkap tips yang pertama adalah memilih Istri yang sholehah sebagai istri karena istri yang sholehah akan bisa menjadi kawan dari suaminya untuk bisa memberikan , pendidikan pembelajaran , pengajaran kepada anaknya.
Adapun jika wanita yang sholeh itu kurang ilmu dan wawasannya , maka hal itu tidak akan memberikan pengaruh yang jelek kepada Anaknya ( yang berpengaruh hanya kesholehanya )

*2. Mendo’akan Anak*

Syaikh berkata Dan termasuk pula perkara penting adalah mendo’akan kebaikan untuk anak. Dan do’a ini di panjatkan sebelum lahirnya anaknya begitupula setelah anaknya lahir.
Maka hendaknya ibu dan bapak banyak berdoa agar Allah menganugrahkan kepada mereka keturunan yang shaleh sebelum anak lahir.

Perkara ini ( mendo’akan anak sebelum lahir ) merupakan perkara yang saat ini banyak di tinggalkan , kebanyakan para suami hanya fokus pada makanan dan nutrisi bagi sang calon ibu.

Setelah anak lahir , maka jangan putuskan ( Berhenti ) mendo’akan anak agar mereka senantiasa mendapat taufiq oleh Allah Ta’ala , senantiasa bisa Istiqamah di atas Agama Allah Ta’ala.
Maka do’a ini merupakan bentuk meniru perilaku para Nabi sebagaimana beberapa do’a Nabi yang di khabarkan Allah Ta’ala dalam firmannya

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,

ﺭَﺏِّ ﻫَﺐْ ﻟِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ

_“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”_ .
(QS. Ash Shaffaat: 100).

Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdo’a,

ﺭَﺏِّ ﻫَﺐْ ﻟِﻲ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ ﺫُﺭِّﻳَّﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺳَﻤِﻴﻊُ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ

_“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa]_
(QS. Ali Imron: 38).

‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a,

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

_“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]_
(QS. Al Furqon: 74)

Berkata Al Imam Al Hasan Al Bashri Rahimahulloh; _kesejukan hati akan di dapatkan ketika Istri dan anak itu taat kepada Allah Ta’ala , dan perkara apakah yang bisa menyejukkan ayah dan suami saat melihat istri dan Anaknya berada dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala._

“`HATI-HATI DARI DO’A KEJELEKAN KEPADA ANAK“`

Doa yang di panjatkan oleh orang tua kepada anaknya tidak akan tertolak ( mustajab ) makanya jangan sampai karena perkara yang kecil yang di lakukan anak maka kamu mendo’akan kejelekan bagi anak Terutama ketika sedang marah.
Janganlah seseorang tergesa gesa mendo’akan kejelekan kepada Anak karena jika Allah Ta’ala mengabulkan do’anya itu maka kita sendiri sebagai orang tua yang akan menanggungnya.

Syaikh Sholeh Al ‘Utsaimin Rahimahulloh Berkata Biasakan lisan kamu wahai orang tua , jika ANak kamu , istri kamu , melakukan perbuatan yang membuat kamu marah , maka biasakan lisan kamu untuk mendoakan kebaikan kepada mereka ( bukan do’a kejelekan bagi mereka )

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

ﺛَﻼَﺙُ ﺩَﻋَﻮَﺍﺕٍ ﻣُﺴْﺘَﺠَﺎﺑَﺎﺕٌ ﻻَ ﺷَﻚَّ ﻓِﻴْﻬِﻦَّ ﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻤَﻈْﻠُﻮْﻡِ ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻤُﺴَﺎﻓِﺮِ ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪِ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﻟَﺪِﻩِ

_“Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”._
[Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩِﻛُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻜُﻢْ ﻟَﺎ ﺗُﻮَﺍﻓِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠﻪِ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻳُﺴْﺄَﻝُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻋَﻄَﺎﺀٌ ﻓَﻴَﺴْﺘَﺠِﻴﺐُ ﻟَﻜُﻢْ

_“Jangan kalian mendoakan kejelekan atas diri kalian. Jangan kalian mendoakan kejelekan atas anak-anak kalian. Jangan kalian mendoakan kejelekan atas harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang pada waktu itu Allah subhanahu wa ta’ala diminta sesuatu lantas Dia kabulkan bagi kalian.”_ [HR. Muslim ]

Adapun Doa kejelekan yang berasal dari orang tua yang dzolim yang mendo’akan anaknya padahl Anaknya yang tidak pantas maka do’a tsb tidak akan di kabulkan oleh Allah Ta’ala.

*3. Berikan Nama yang Baik*

Pemberian Nama untuk anak adalah hak dari bapak karena nama anak tsb akan digandengkan dengan nama bapaknya seperti muhammad bin ahmad.
Tapi ada baiknya agar seorang suami mengajak diskusi istrinya untuk memberi Nama yang baik bagi anaknya.

Syaikh berkata ;
_Dan diantara yang membantu pendidikan anak yang baik adalah dengan memberikan nama yang baik bagi anak yaitu nama yang senantiasa mengikat anak tsb dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala seperti nama Abdullah atau Abdurrahman_
_Demikian pula nama lain yang akan mengingatkan kebaikan , ibadah dan pujian. karena pemberian nama yang baik akan memberi pengaruh bagi anak._

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺐَّ ﺍْﻷَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ

_“Sesungguhnya nama yang paling dicintai oleh Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.”_
(HR Muslim, Abu Dawud dan selainnya dari Ibnu ‘Umar
radhiyallahu ‘anhu)

*Para ulama memberikan urutan Nama yang paling afdhal*

~ Nama ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.

~ Setiap Nama yang di dahului Abdun kemudian diikuti dengan Nama-nama Allah Ta’ala

~ Nama nama para Nabi dan Rasul , Urutannya yang paling afdhal adalah Muhammad , Ibrahim , Musa

~ Nama dari kalangan orang sholeh , dan diantara nama orang sholeh adalah nama dari sahabat

~ Setiap nama yang baik dan memiliki makna yang benar

*Beberapa Nama yang di haromkan.*

~ Nama yang bermakna penghambaan kepada selain Allah Ta’ala

~ Nama yang merupakan kekhususan dari nama orang kafir

~ Nama dengan memiliki arti dan makna yang jelek

perkara yang sepantasnya yang dilakukan seorang bapak adalah maka hendaknya bapak menerangkan makna nama yang telah diberikan kepada anaknya.

dan diantara perkara yang jelek ketika seorang ayah telah memberikan nama yang baik tapi memanggila anaknya dengan nama yang semestinya ( yang memiliki arti )

*4. Berbuat Adil Kepada Anak*

Syaikh Berkata , termasuk perkara yang penting adalah dan berbuat adil kepada Anak dan meninggalkan kezoliman kepada Anak karena jika orang tua tidak berbuat adil maka akan menimbulkan permusuhan , saling hasad , benci diantara anak anak.
Adapun jika orang tua semangat memberi keadilan maka akan menjadi sebab terbesar yang bisa menimbulkan kasih sayang dan bakti sang anak kepada orangtuanya.

*Diantara sebab sebab ketidakadilan orangtua kepada anaknya*

~ perbedaan jenis kelamin

~ perbedaan paras dari anak ( tampan dan cantik atau tidak )

~ kondisi fisik dari anak ( cacat atau tidak )

Dalam kisah Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma
_‘Amir berkata bahwa beliau mendengar An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma yang ketika itu berada di atas mimbar berkata, “Ayahku memberikan hadiah padaku.” Lantas ibunya Nu’man, ‘Amroh bintu Rowahah berkata, “Aku tidak ridho sampai engkau mempersaksikan hal itu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, lantas Basyir (ayah Nu’man) berkata, “Aku telah memberikan hadiah pada anak laki-lakiku dari istriku, ‘Amroh bin Rowahah. Lalu istriku memerintah padaku untuk mempersaksikan masalah hadiah ini padamu, wahai Rasulullah.” Rasul
shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya pada Basyir, “Apakah engkau memberi anak-anakmu yang lain seperti anakmu itu? ” “Tidak ”, begitu jawaban Basyir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda_

ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﻭَﺍﻋْﺪِﻟُﻮﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻭْﻻَﺩِﻛُﻢْ

_“Bertakwalah pada Allah. Bersikap adillah terhadap anak-anakmu. ” An Nu’man berkata bahwa ayahnya kembali dan menarik hadiah tersebut_
( Muttafaqun ‘alaih ).

Diharamkan ketidakadilan seorang orang tua kepada anaknya hanaya dalam perkara pemberian hadiah sedangkan dalam hal Nafkah maka hal ini tidak dipersyaratkan )

*Bentuk pemberian ( hadiah ) kepada anak laki laki dengan anak perempuan*

~. sebagian ulama berpendapat pemberian hadiah antara anak laki laki dan wanita di kembalikan sebagaimana pembagaian warisan

~. jumhur ulama berpendapat bahwa pembagian antara anak laki laki dan wanita harus seimbang.

*5. Bersikap lemah lembut dan kasih sayang kepada Anak*

ini adalah tips yang paling jitu dalam membentuk kepribadian anak.

Dari Aisyah, Nabi bersabda.

ﺇِﻧَّﺎﻟﺮِّﻓْﻖَ ﻻَﻳَﻜُﻮﻥُ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻻَّ ﺯَﺍﻧَﻪُ ﻭَﻻَ ﻳُﻨْﺰَ ﻉُ ﻣِﻦْ ﺷَﻲﺀٍ ﺇِﻻَّ ﺷَﺎﻧَﻪُ
_“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”_
( Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya no.2594 )

Lemah lembut kepada Anak maka akan melahirkan ketenangan kepada Anak.
Sikap kelemahlembutan ini wajib dilakukan ketika anak masih kecil sampai dia besar karena hal ini menjadi sebab timbulnya kecintaan sang anak kepada orangtuanya , akibatnya akan mudah bagi anak menerima nasehat dari orangtuanya.

jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan berlemahlembut kepada saudara seiman yang tidak memiliki hubungan kekerabatan , apalagi berlemahlembut kepada Anak.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi_ “(HR.Muslim)

Para ulama mengatakan Salah satu bentuk kasih sayang orangtua kepada Anak yaitu dengan memangkunya , mengajak mereka ke masjid

*6. Terus Menerus ( jangan bosan ) Memberikan Nasehat dan pengarahan kepada Anak.*

Yaitu dimuali dengan memberikan pemahaman ( nasehat ) mengenai Aklaq yang mulia , dengan menanamkan Aqidah lalu perkara yang di wajibkan Allah Ta’ala lalu di perkara yang harus dia jauhi
dan mahamkan kepada Anak mengenai dosa dosa besar yang harus di jauhi.
maka perkara ini wajib menjadi perhatian yang besar dari orang tua.

Sebagaimana nasehat Luqmanul Hakim kepada anaknya…

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻻﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ . ﻭَﻭَﺻَّﻴْﻨَﺎ ﺍﻹﻧْﺴَﺎﻥَ ﺑِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ ﺣَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُ ﻭَﻫْﻨًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﻫْﻦٍ ﻭَﻓِﺼَﺎﻟُﻪُ ﻓِﻲ ﻋَﺎﻣَﻴْﻦِ ﺃَﻥِ ﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻚَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﺎﻫَﺪَﺍﻙَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻙَ ﺑِﻲ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﻓَﻠَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻬُﻤَﺎ ۖ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ ۖ ﻭَﺍﺗَّﺒِﻊْ ﺳَﺒِﻴﻞَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎﺏَ ﺇِﻟَﻲَّ ۚ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﻓَﺄُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

_“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan._
(QS. Lukman: 13-15).

*7. Pilihkan teman yang baik Bagi Anak*

Syaikh berkata Sungguh pengawasan kepada Anak di dalam hal pertemanan merupakan hal yang wajib untuk kita jaga karena seorang teman bagaikan magnet yang bisa memberikan pengaruh kepada yang lain

Bagaimanapun besarnya perhatian dan pendidikan kepada Anak di rumah , tapi jika kita lalai akan perkara ini ( mencarikan teman yang baik baginya dan mengawasi pergaulannya ) maka pengaruh teman yang jelek akan menghancurkan segala apa yang telah di berikan kepada Anak.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻛَﺤَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻧَﺎﻓِﺦِ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ، ﻓَﺤَﺎﻣِﻞُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺬِﻳَﻚَ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻪُ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﻣِﻨْﻪُ ﺭِﻳﺤًﺎ ﻃَﻴِّﺒَﺔً ، ﻭَﻧَﺎﻓِﺦُ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺮِﻕَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻚَ ، ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﺭِﻳﺤًﺎ ﺧَﺒِﻴﺜَﺔ

_“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”_
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ ﻓﻠﻴﻨﻈﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻳﺨﺎﻟﻞ

_“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”_
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Maka wajib bagi orangtua untuk senantiasa mengawasin
pergaulan anaknya , di sekolahnya , ditempat bermainnya.
Dan sungguh pada saat ini nentuk pertemanan lebih maju dibandingakan masa dahulu , yang mana pertemanan ini tidak kalah pengaruhnya dibandingakan dahulu. pertemanan itu ada di Internet ,
demikian pula dengan berbagai alat seperti HP.

8. Memberikan Keteladanan Yang Baik Kepada Anak

Hendknya seorang bapak memjadi contoh teladan bagi Anaknya , maka takkala orangtua menyeru kepada anaknya suatu kebaikan maka hendaknya merekalah yang pertama kali dan bersemangat dalam melaksanakannya
dan jika orang tua melarang suatu kejelekan kepada anaknya maka hendaknya merekalah yang paling semangat dalam meninggalkan perbuatan jelek tsb

maka jangan sampai ucapannya orangtua berada pada suatu lembah dan perbuatannya di lembah yang lain ( ucapan dan perbuatannya bertentangan )

Ucapan dan perbuatan yang berbeda ini akan memunculkan kegoncangan pada diri anak yang akhirnya anak tidak akan menerima nasehat dan bimbingan sadi orangtuanya

Allåh subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﺃَﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺎﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﺗَﻨْﺴَﻮْﻥَ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ؟ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ؟

_Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab
(Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?_ (al-Baqarah : 44)

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟِﻢَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ . ﻛَﺒُﺮَ ﻣَﻘْﺘًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ

_“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”_ (QS. As-Shaff: 2-3)

Demikian pula terdapat dalam hadits.
Dari Usamah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Akan didatangkan seorang pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka. Di dalam neraka orang tersebut berputar-putar sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut lalu berkata, ‘Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Orang tersebut menjawab, ‘Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan namun aku tidak melaksanakannya. Sebaliknya aku juga melarang kemungkaran tapi aku menerjangnya.’”_
(HR Bukhari dan Muslim)

Disebutkan para ulama bahwa memberikan contoh , pengajaran suatu amalan perbuatan lebih mudah diterima dari pada sekedar memberikan pengajaran dengan lisan ( sekedar teori ).

“`Ketika orangtua telah menempuh sebab-sebab dengan menjalankan kiat dalam mendidik ini , maka hendaknya dia serahkan segala urusannya kepada Allah Ta’ala, bertawakkal hanya kepada Allah Ta’ala dalam Pemberian hidayah kepada anaknya , dalam hal penjagaan Allah Ta’ala kepada Anaknya“`

“`Syaikh Utsaimin Rahimahulloh berkata sungguh saya tidak mengira bahwa seorang ayah yang dia bertaqwa kepada Allah dalam mendidik anak dan menempuh sebab dalam mendidik anaknya sesuai syariat kecuali Allah Ta’ala akan memberikan hidayah dan petunjuk kepada Anak-anaknya.“`

_Wallahu A’lam_
_Tolong di koreksi jika ada kesalahan_
_Silahkan di share_
________________________________
Sumber : *WAG As-Sunnah Makassar*

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: