Al Qur'an dan Tafsir

Sunnahnya Membagikan Suara Ketika Membaca Al Qur’an

Bismillah

*Beberapa Catatan Faedah dari Ta’lim Ust. Thoriq Abu Abdirrahman* _Hafizhahulloh_

_(Pembahasan kitab Riyadhus As Shalihin)_

*BAB SUNNAHNYA MEMPERBAGUS SUARA ( IRAMA ) KETIKA MEMBACA AL QUR’AN*

“`HADIST Ke-1004“`

ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻟُﺒَﺎﺑَﺔ ﺑَﺸِﻴﺮ ﺑﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻤُﻨْﺬِﺭِ ﺭﺿﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻨﻪُ ، ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺳَﻠَّﻢ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺘَﻐَﻦَّ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ‏» ﺭﻭﺍﻩُ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩٍ ﺟﻴﺪ .

_Dari Abu Lubabah yaitu Basyir bin Abdul Mundzir radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi salam bersabda: “Barangsiapa yang tidak bertaghanni dengan Al-Qur’an -yakni di waktu membacanya-, maka ia bukanlah termasuk golongan kita.”_
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang baik.

“`Biografi Abu Lubabah radhiyallahu anhu“`

Para Ulama berbeda pendapat mengenai Nama Beliau yang sebenarnya

Al Imam An Nawawi Rahimahulloh berpendapat nama beliau Basyir bin Abdul Mundzir radhiyallahu anhu
sedangkan , Imam Ahmad dan Imam Muslim Rahimahulloh berkata Nama Beliau rifa’ah radhiyallahu anhu

Beliau adalah sahabat senior yang banyak mengikuti peperangan.

Beliau salah seorang dari 3 orang yang tertinggal dari perang tabuk
Al Imam Ibnu Katsir Rahimahulloh menyebutkan beliau sangat menyesal karena tertinggal dari perang tabuk lalu Beliau mengikat dirinya di tiang masjid Nabawi sampai Rasulullah shalallahu alaihi salam sendiri yang melepaskannya
“`PELAJARAN DALAM HADITS“`

1. Para ulama menyebutkan 2 makna dari lafadz ﻳَﺘَﻐَﻦَّ ( bertaghanni. )

~. Maknanya adalah Tidak mencukupkan diri dengan Al Qur’an sebagai petunjuk artinya dia tidak merasa cukup dengan Al Qur’an sebagai petunjuk
Ini pendapat Sufyan bin Uyainah rahimahulloh dikuatkan Imam Al Bukhari rahimahulloh.

~. Maknanya adalah siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al Qur’an.
Pendapat ini di kuatan Al Imam An Nawawi Rahimahulloh.
Secara dzohir maka makna yang ke-2 yang lebih kuat.

2. Hadist ini merupakan anjuran bagi kita untuk memperbagus bacaan Al Qur’an

Syaikh bin Baz rahimahulloh mengatakan dlm Hadist ini Rasulullah shalallahu alaihi salam menganjurkan dan memberi penekanan agar memperindah suara ketika membaca Al Qur’an karena hal itu yang lebih bermanfaat bagi diri dan akan lebih memberikan bekas dalam hati manusia
“`HADITS Ke – 1005“`

ﻭَﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﺭﺿﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻨﻪُ ﻗﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﻟﻲ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺳَﻠَّﻢ : ‏« ﺍﻗْﺮَﺃْ ﻋَﻠَﻲَّ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ‏» ، ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻋَﻠْﻚَ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ؟ ! ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﺣِﺐُّ ﺃَﻥْ ﺃَﺳْﻤَﻌَﻪُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِﻱ “« ﻓَﻘَﺮَﺃْﺕُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺳُﻮﺭَﺓَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺣَﺘَّﻰ ﺟِﺌْﺖُ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩِ ﺍﻵﻳَﺔ : ? ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫﺆُﻻﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪَﺍً ? ﻗﺎﻝَ : ‏« ﺣَﺴْﺒُﻚَ ﺍﻵﻥَ ‏» ﻓﺎﻟْﺘَﻔَﺖُّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﻴْﻨَﺎﻩُ ﺗَﺬْﺭِﻓَﺎﻥ . ﻣﺘﻔﻖٌ ﻋﻠﻴﻪ .

_Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, katanya: “Nabi shalallahu alaihi salam bersabda kepadaku: “Bacakanlah al-Quran padaku.” Saya berkata: “Ya Rasulullah, adakah saya akan membaca al-Quran untuk Tuan, sedangkan al-Quran itu kepada Tuanlah diturunkannya?” Beliau shalallahu alaihi salam bersabda: “Saya senang sekali kalau mendengar al-Quran itu dari orang lain.” Saya lalu membacanya untuk beliau shalallahu alaihi salam itu surat an-Nisa’, sehingga sampailah saya pada ayat ini :_

ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫﺆُﻻﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪَﺍً

_”Bagaimanakah ketika Kami datangkan kepada setiap umat seorang saksi dan engkau Kami jadikan saksi atas umat ini”_
[ an-Nisa’ 41 ].

_Setelah itu Beliau shalallahu alaihi salam lalu bersabda: “Cukuplah sudah bacaanmu sekarang.” Saya menoleh pada beliau shalallahu alaihi salam dan kedua matanya meneteskan airmata.”_
(Muttafaq ‘alaih)
“`PELAJARAN DALAM HADITS“`

1. Rasulullah shalallahu alaihi salam menyuruh Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu membacakan Al Qur’an kepada diri Beliau shalallahu alaihi salam .
hal ini menunjukkan Akhlaq yang terpiji yaitu sifat tawadhu merendah yang di miliki Rasulullah shalallahu alaihi salam.

Dalam Hadist ini diambil hukum Sunnahnya meminta di bacakan Al Qur’an kepada orang yang bagus suaranya

2. Seseorang tidak bisa menjadi ‘alim sampai dia mengambil ilmu dari orang yang lebih tinggi ilmunya darinya ,yang lebih rendah ilmunya darinya , dan yang selevel ilmunya darinya.

3. Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menggabungkan 2 keutamaan yaitu indahnya suara beliau dan mengerti akan kandungan ilmu dari Al Qur’an.

4. Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahulloh berkata Rasulullah shalallahu alaihi salam menyuruh Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu membacakan Al Qur’an karena manusia yang mendengar akan bacaan Al Qur’an itu lebih bisa mentadabburi Al Qur’an daripada ketika membaca sendiri , karena orang yang membaca itu sibuk memperhatikan bacaannya dari kesalahan ( jadi kurang mentadabburinya )

Sebuah ungkapan yang terkenal ,
_*pembaca itu yang memerah susu , pendengar yang meminum susunya*_
( Disebutkan Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahulloh dalam syarah Riyadhus As Shalihin )

5. Rasulullah shalallahu alaihi salam Ketika dibacakan ayat ini beliau menangis.

ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫﺆُﻻﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪَﺍً

“Bagaimanakah ketika Kami datangkan kepada setiap umat seorang saksi dan engkau Kami jadikan saksi atas umat ini”
[ an-Nisa’ 41 ].

Al Hafidz Ibnu Hajar Rahimahulloh menyebutkan kenapa Rasulullah shalallahu alaihi salam menangis ketika mendengar ayat ini…..???
karena Beliau shalallahu alaihi salam sangat kasihan kepada ummatnya pada hari kiamat karena Beliau shalallahu alaihi salam sangat menyakini akan menjadi saksi bagi umatnya di dunia , Beliau tidak tega melihat umatnya di siksa karena terkadang ada dari umatnya yang disiksa karena melakukan amalan yang jelek padahal ilmu telah sampai kepadanya.

6. Dalam hadist ini terdapat pula keutamaan dari diri Rasulullah shalallahu alaihi salam yaitu pemimpin para Nabi dan Rasul seluruhnya , sebab hanya Beliau shalallahu alaihi salam yang menjadi saksi bagi semua kaum.

7. Al Imam An Nawawi Rahimahulloh berkata menagis ketika membaca adalah sifatnya orang yang mendalam ilmunya tentang Al Qur’an dan merupakan syiar ( ciri , tanda ) dari orang Shaleh.

Firman Allah Ta’ala,

ﻭَﻳَﺨِﺮُّﻭﻥَ ﻟِﻠْﺄَﺫْﻗَﺎﻥِ ﻳَﺒْﻜُﻮﻥَ ﻭَﻳَﺰِﻳﺪُﻫُﻢْ ﺧُﺸُﻮﻋًﺎ
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.
( QS Al-Isra’ Ayat 109 )
ﺗُﺘْﻠَﻰٰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺕُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺧَﺮُّﻭﺍ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﺑُﻜِﻴًّﺎ ۩

“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Yang Maha Pengasih, mereka tersungkur sujud dan menangis” (QS. Maryam: 58 )

8. Al Imam Al Mundziri rahimahulloh memberikan kiat untuk mudah dalam menangis ketika membaca Al Qur’an, diantaranya ;

~. hadirkan hati ,

~. mengingat sekian banyak Nikmat Allah Ta’ala

~. dia ingat kurangnya dia dalam mensyukuri nikmat Allah Ta’ala tsb

~. dia merenungkan ancaman keras dalam Al Qur’an bagi siapa yang bermaksiat

~. Mentadabburi Janji janji Allah Ta’ala Yang pasti

_Wallahu A’lam_
_Tolong di koreksi jika ada kesalahan_
_Silahkan di share_
______________________________
Sumber : *WAG As-Sunnah Makassar*

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: