Uncategorized

Mari Bercukur

بسم الله

*_Mari mencukur…_*
➖➖➖➖➖➖➖
(Beberapa catatan faidah)

Dari Abu Hurairah Radhiallāhu ànhu, beliau berkata, “Rasulullāh ﷺ bersabda:

«الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ»

_*”Ada lima perkara dari fitrah: Khitan, mencukur bulu di sekitar kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan menggunting kumis”.*_ Muttafaq ‘alaihi.

As-Sindiy rahimahullāh berkata, _“Kata ‘Fitrah’ dalam hadits dengan dikasrah ‘fa’nya bermakna penciptaan, maksudnya adalah sunnah (jalan hidup atau kebiasaan) sejak dahulu yang telah Allāh pilihkan untuk para Nabi-Nya, sehingga bisa dikatakan bahwa hal tersebut merupakan perkara yang jalabiy (sudah dari asal penciptaanya demikian keadaannya)”._ (Hāsiyah Shāhīh Bukhāriy: 4/ 47 dan juga dalam Hāsiyah beliau terhadap Sunan An-Nasāiy: 1/ 14)

As-Syaikh Al-Bassām rahimahullāh berkata:

” هذه الأشياء من محاسن الإِسلام، الذي جاء بالنظافة والطهارة، والتأديب والتهذيب، ليكون المسلم على أحسن حال وأجمل صورة، فإن النظافة من الإِيمان.”

_”Perkara-perkara ini merupakan keindahan Islam yang datang dengan kebersihan dan kesucian, penuh dengan pendidikan dan pengajaran, agar seorang Muslim berada di atas kondisi yang terbaik dan terindah, dan kebersihan itu merupakan bagian dari keimanan”._ (Taisir Al-Àllām Syarh Umdatul Ahkām)

🔎 _*Waktu untuk mencukur, memotong dan menggunting*_
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Anas bin Mālik radhiallāhu ànhu berkata:

«وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفِ الْإِبْطِ، وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

_“Kami diberikan batas waktu untuk memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu di sekitar kemaluan, itu semua tidak lebih dari 40 hari”._ HR. Muslim.

Asy-Syaikh DR. Khālid Àli Al-Musyaiqih hafidhzahullāh, menyimpulkan:

Ada tiga waktu dalam pembahasan ini:
✅ 1. _Waktu mustahab_: yaitu setiap telah panjang semua itu maka mustahab untuk dipotong pada saat itu juga.

⭕ 2. _Waktu makruh_: yaitu bila telah dibiarkan berlalu 40 hari, sebagaimana dalam hadits di atas.

⚠ 3. _Waktu haram_: apabila dibiarkan menjadi panjang semua itu, sehingga menimbulkan kotoran-kotoran di balik kuku, bulu-bulu dan kumis tersebut, maka pada saat itu haram untuk dibiarkan karena menyerupai dua hal:

❎ Hewan buas
❎ Orang-orang kafir dan Musyrik.

(Fiqhun Nawāzil fil Ìbadāt).

🔎 _*Hari Jum’at?*_
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🎙Al-Hāfidhz As-Sakhāwiy rahimahullāh berkata:

” لم يثبت في كيفيته ولا في تعيين يوم له عن النبي صلى الله عليه وسلم شيء ”

_”Tidak ada sama sekali dalil yang menjelaskan cara tertentu dan juga hari tertentu dalam masalah ini yang berasal dari Nabi ﷺ”_. (Al-Maqāshid Al-Hasanah: 422)

🎙Al-Hāfidhz Ibnu Rajab rahimahullāh berkata:

” وفي الباب – أيضاً – من حديث ابن عباس وعائشة وأنس ، أحاديث مرفوعة ، ولا تصح أسانيدها ”

_”Dalam permasalahan ini juga ada hadits dari Ibnu Àbbās, Âisyah dan Anas, hadits-hadits yang marfu’ akan tetapi sanad-sanadnya tidaklah shahih”._ (Fathul Bāriy, Ibnu Rajab: 5/359)

Itulah keterangan tentang permasalahan mencukur dan menggunting bila disandarkan kepada Nabi ﷺ.

Namun demikian, imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa tidaklah dilarang mengamalkannya di hari Jum’at, karena bersungguh-sungguh dalam menjaga kebersihan pada hari Jum’at itu adalah perkara yang disyariatkan.

Apalagi, telah terdapat sejumlah riwayat dari kalangan shahabat, para tabi’in dan setelahnya dari para Ulama Salaf menjelaskan anjuran mengamalkan semua itu di hari Jum’at.

📄Di antaranya:
Nafi’ berkata, _”Àbdullāh bin Ùmar biasa memotong kuku-kukunya dan memendekkan kumisnya setiap hari Jum’at”_ (Diriwayatkan oleh Imām Al-Baihāqiy dalam As-Sunan Al-Kubrā: 3/244)

Imām Al-Bahūtiy Al-Hambaliy rahimahullāh berkata, _”Itu semua (maksudnya memendekkan kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak) biasanya dilakukan pada hari Jum’at sebelum Shalat, dan ada juga yang berpendapat itu hari Kamis, dan ada juga yang mengatakan, ‘baginya terserah untuk memilih”_. (Kasysyāf Al-Qana’: 1/76)

Wallahu’alam.
Walhamdulillah.

🌐 _Silahkan baca:_
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=123792

https://islamqa.info/ar/118891

Kamis, 20 Jumadits Tsaniy 1439 H – 8 Maret 2018.

_Akhukum fillah,_
Al-Faqīr ilā ridhwāni Rabbih Hudzaifah bin Muhammad.
┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅
_(Bantu penyebaran artikel ini, semoga mendapatkan pahala yang serupa)_

_______________
Mari Bergabung:
📞 *Grup WhatsApp*
– 085333334044 (Ikhwah)
– 089688865305 (Akhwat)
📱 *Channel Telegram*
http://goo.gl/LRtvQP
📥 *Link Instagram*:
https://goo.gl/6gg7Jm
🌐 *FP Facebook*
https://facebook.com/SilsilahDurus/
__________________
📝 Silsilah Durus

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: