Uncategorized

Sebab Sebab Datangnya Hidayah

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

🖌 *RINGKASAN FAEDAH*
*Sebab Sebab Hidayah*
🎙 *Prof Dr. Asy Syaikh Adil Bin Muhammad as Subai’iy* _hafidzahullah_
🕌 _*Masjid Al Umar*_

💎 Seorang Mukmin tanpa Hidayah maka tidak bernilai, seperti Burung tak bersayap dan diambang Kebinasaan

💎 Setiap Muslim selalu membutuhkan Hidayah dan bimbingan dari Allah, di dalam sholatnya, seorang Mukmin selalu berdoa

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
Artinya: “Tunjukilah Kami jalan yang lurus.”

💎 Hidayah secara istilah adalah kemampuan seseoranh untuk bisa selalu diatas jalan Allah yang lurus baik aqidah, amalan dan perbuatan nya

Hidayah adalah mendapat Petunjuk diatas jalan yang benar

💎 Hidayah ada 2 Macam

✅ Hidayah Irsyad (menunjukkan seseorang kepada Jalan) ini adalah tugas para Nabi, dan Orang yang beramar maruf nahi munkar

{وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}

“Sesungguhnya engkau (wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) benar-benar memberi petunjuk (penjelasan dan bimbingan) kepada jalan yang lurus” (QS asy-Syuuraa: 52).

*Dan ini adalah dalil Hidayah Irsyad*

✅ Hidayah Taufik
Hidayah ini hanya dari Allah

Nabi ﷺ tidak bisa memberikan Hidayah

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

*Dan ini adalah dalil Hidayah Taufik* merupakan Hak Allah

💎 Rasulullah ﷺ tidak bisa memberikan hidayah kepada Paman yang dia cintai Abu Thalib

Beliau bersabda,

أَيْ عَمِّ، قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ

‘Wahai paman, ucapkanlah laa ilaaha illallaah. Dengan kalimat ini, akan aku bela engkau nanti di sisi Allah.’

Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah menanggapi,

أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟

‘Apakah engkau membenci agamanya Abdul Muthalib?’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menawarkan kepada pamannya. Namun kedua orang itu juga terus menimpalinya. Akhirnya Abu Thalib mengatakan kepada mereka, ‘Di atas agamanya Abdul Muthalib’. Ia enggan mengucapkan laa ilaha illallaah.

Rasulullah ﷺ berdabda

وَاللَّهِ لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ

‘Demi Allah, akan kumohonkan ampun untukmu selama aku tidak dilarang.’
Kemudian Allah menurunkan firman-Nya,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ

‘Tidak patutu bagi seorang nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan kepada orang-orang musyrik.’ (QS. At-Taubah: 113).

✅ Allah menghibur Nabi ﷺ dengan menurunkan Ayat

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

💎 Hidayah merupakan anugrah dari Allah, sebanyak apapun sebab Hidayah yang kita upayakan hanyalah upaya kita, dan sebab ini akan membantu datangnya Hidayah dari Allah masuk ke Hati kita

✅ Allah lah yang memberi petunjuk
✅ Hidayah hanya akan terjadi karena Allah

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
-Sura Al-An’am, Ayah 125

💎 Dikatakan Penyair
Apabila tidak ada pertolongan Allah bagi pemuda, maka akibat jelek yang pertama kali mengenainya adalah usahanya (sia sia)

💎 Hidayah diberikan kepada Orang yang Hatinya pantas menerimanya

💎 Sebab yang *PERTAMA* Datangnya Hidayah adalah :
✅ Bergantungnya hati kita kepada Allah
✅ Berlepas diri dari daya kekuatan kecual hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala
✅ Kalimat hauqallah adalah kalimat agung

Rasulullah ﷺ bersabda :
يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ». فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ »
“Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau kuberitahu tentang salah satu tabungan/simpanan dari simpanan-simpanan surgawi? Abdullah bin Qais menjawab: ‘Tentu, wahai Rasulullah’. Ia bersabda: ‘Ucapkanlah laa haula wa laa quwwata illa billah’”

✅ Allah melindungi dan menganugerahi orang yang mengucapkan laa illaha ilallah

💎 Sebab yang *KEDUA* Datangnya Hidayah adalah :
✅ ILMU tentang Allah, sifat sifatnya
✅ Ilmu tentang Syariat Allah
✅ Allah akan memberi hidayah bagi orang yang beriman
✅ Orang Beriman tidak berilmu tidak berguna, begitu juga berilmu tidak beramal tidaklah berguna
✅ Ketika mengenal Allah beserta keagungannya engkau akan terus bergantung kepadanya
✅ Semakin banyak seorang berilmu tentang Allah maka semakin berimanlah orang tersebut

💎 Sebab yang *KETIGA* Datangnya Hidayah adalah :
✅ Mentauhidkan Allah
✅ Ilmu yang paling bermanfaat adalah Tauhid
Allah berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)

💎 Sebab Hidayah ada 2 Hal
✅ Minta petunjuk Hidayah dijalan yang benar
✅ Minta dikokohkan diatas Hidayah

💎 Orang yang melakukan 3 perkara ini adalah orang yang benar benar akan mendapatkan Hidayah dari Allah

💎 Fitnah itu di paparkan dalam hati seperti sehelai tikar, dibikinnya satu persatu

تُـعْـرَضُ الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ : عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَاتُ وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا : لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ.

Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada fitnah yang membahayakannya selama langit dan bumi masih ada. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka (sedikit demi sedikit) akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup (terbalik), tidak lagi mengenal yang ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintai oleh hawa nafsunya.”

✅ Hati yang mau menerima akan dituliskan titik hitam pada hatinya
✅ Hati yang menolak akan di tuliskan titik putih
✅ Hati yang putih tidak akan tergoyahkan Fitnah, Syubhat dan Syahwat akan dihindarinya

💎 Allah maha mengampuni dosa selain dosa Syirk

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

💎 Seorang yang Mengenal Allah akan lebih takut kepada Allah

💎 Sebab yang *KEEMPAT* Datangnya Hidayah adalah :
✅ Lapangnya dada seorang terhadap Syariat Allah
✅ Dia akan mencintai, mengagungkan Allah dan meninggalkan keharaman karena Lapangnya dadanya

💎 Dalam hadits Qudsi
Tidak ada amalan yang lebih kucintai dari amalan wajib

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : (إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِـيًّا فَقَد آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلِيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبُّ إِلِيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ. ولايَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يُبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ) رواه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah Taala berfirman, Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang kepadanya. Tidak ada amalan yang dilakukan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya. Tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, pasti Aku kabulkan dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku lindungi. (HR. Al-Bukhari)

💎 Perumpamaan Tauhid adalah seperti Pohon yang baik yang akarnya kuat, cabangnya tinggi, dan menghasilkan

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

💎 Apa yang Rasulullah ﷺ perintahkan lakukan semampunya dan jangan banyak mempertanyakannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ). رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Segala hal yang aku larang, jauhilah. Segala hal yang aku perintahkan, laksanakanlah semampu kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian itu binasa disebabkan mereka banyak bertanya dan berseberangan dengan nabi-nabi mereka. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

💎 Tidaklah pantas ketika datang perintah Allah , justru mempertanyakan apa hikmahnya?

💎 Abu Bakar ash Shidiq tidak pernah mendebat Rasulullah ﷺ
✅ Hatinya adalah yang paling bersih setelah hati Rasulullah ﷺ

💎 Ketika dikisahkan datangnya Dajjal, para shahabat tidak mempertanyakan dan meragukannya
✅ Mereka para shahabat menanyakan hal yang penting, yaitu amalan pada hari datangnya Dajjal

يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِى الأَرْضِ قَالَ « أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِى كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ « لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ

“Wahai Rasulullah, berapa lama Dajjal berada di muka bumi?” Beliau bersabda, “Selama empat puluh hari, di mana satu harinya seperti setahun, satu harinya lagi seperti sebulan, satu harinya lagi seperti satu Jum’at (maksudnya: satu minggu, pen), satu hari lagi seperti hari-hari yang kalian rasakan.” Mereka pun bertanya kembali pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, jika satu hari bisa sama seperti setahun, apakah kami cukup shalat satu hari saja?” “Tidak. Namun kalian harus mengira-ngira (waktunya)”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

💎 Hati yang sempit adalah tidak cukup dan tidak bisa masuk kebaikan kedalam Hatinya
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

💎 Sebab yang *KELIMA* Datangnya Hidayah adalah :

✅ DZIKRULLAH , siapa yang banyak berzikir kepada Allah maka hatinya akan mendapat petunjuk dan Hidayah
Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

✅ Seorang Shahabat pernah meminta untuk menunjukkan amalan kepadanya
Rasulullah ﷺ : hendaknya lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah
✅ Ingatlah kepadaKu niscaya Allah akan mengingat Allah

💎 Ibnu Mubarok
Kami berada dalam kenikmatan yang besar, yang para raja
✅ Yaitu adalah kenikmatan hati yang senantiasa tenang dan mengingat Allah

💎 Ibnul Qayim al Jauzy
Didunia ada Surga , siapa yg tidak bisa memasukinya maka tidak akan memasuki Surga di Akherat
✅ Yaitu Surga, kenikmatan Berzikir kepada Allah

💎 Barangsiapa yang berzikir akan ditanamkan 1 pohon kurmandi surga

✅Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ الله العظيم وَبِحَمْدِه ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِى الْجَنَّةِ

”Barang siapa yang berkata :”Subhanallahil adzim wa bi hamdihi“ (maha suci Allah yang maha agung dan segala puji baginya) maka akan ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma di surga” (HR Ibnu Hibban dan Tirmidzi. Dan dishohihkan Al Albani)

✅ Ibnu Umar setelah mendengar hadits ini sangat menyesal, karena telah menyia nyiakan (tidak berdzikir)

💎 Banyak2 berzikir untuk menguatkan hati

💎 Amalan yang paling utama dan suci , lebih baik dari infak emas – perak, dan lebih baik dari mati Syahid
✅ Amalan tersebut adalah Dzikrullah
Rasulullah ﷺ bersabda :

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاكُمْ عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعُهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرَقِ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ؟ قاَلُوا: بَلَى، يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: ذِكْرُ اللهِ

“Maukah kalian aku beritakan tentang sebaik-baik amalan kalian, paling suci di sisi Pemilik kalian, paling tinggi dalam mengangkat derajat kalian dan lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada kalian bertemu dengan musuh kalian lalu kalian memukul/memenggal leher-leher mereka dan mereka memukul leher-leher kalian?”

Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah!”

Beliau berkata, “(Amalan itu adalah) zikrullah.”

💎 Siapa yang menghendaki tambahan hidayah maka perbanyaklah mengingat Allah.

💎 Dzikir kepada Allah janganlah dengan cepat tanpa disertai ucapan Hati
✅ Seorang mukmin cukup berada di Masjid dan berdzikir dengan dzikir yang di sunnahkan

💎 Sebab yang *KE ENAM* Datangnya Hidayah adalah :
✅Membaca dan Mentadaburi Al Quran

💎 Membaca quran termasuk Dzikrullah
✅Al Qur’an adalah dzikir yang paling utama
✅ Al Qur’an adalah petunjuk dan Obat
✅ Al Qur’an akan petunjuk dari Allah bagi yang Allah kehendaki
✅ Al Qur’an adalah petunjuk bagi orang yang beriman
✅ Allah akan menyelesaikan dan memudahkan segala urusan bagi yang banyak banyak membaca Quran

💎 Sebab yang *KE ENAM* Datangnya Hidayah adalah :
✅BERDOA sebagaimana dalam ayat ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

💎 Doa Adalah Ibadah
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
”Doa adalah ibadah.”

✅Dalam hadits Qudsi , semua orang tersesat kecuali yang mendapatkan Hidayah

عَنْ أَبي ذرٍّ الغِفَارِي رضي الله عنه عَن النَّبِـي صلى الله عليه وسلم فيمَا يَرْويهِ عَنْ رَبِّهِ عزَّ وجل أَنَّهُ قَالَ: (يَا عِبَادِي إِنِّـي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي و جَعَلْتُهُ بَيْنَكُم مُحَرَّماً فَلا تَظَالَمُوا، يَا عِبَادِي كُلُّكُم ضَالٌّ إِلاَّ مَن هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُم، ….

Dari Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Allah azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman, Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan (berlaku) zalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya perbuatan yang haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. …

💎 Bacalah Al Fatihah pelan pelan dalam shalatmu
✅ Di dalam Hadits Qudsi disebutkan
Bahawa Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى berfirman:”Solat itu Aku bagi 2 yaitu antara-KU dan hamba-KU. Untuk hamba-KU ialah apa yang dimintanya…

Seperti inilah Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab setiap satu ayat dari AL-FATIHAH kita :

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Apabila hamba-KU mengucapkan:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji tertentu bagi allah,tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam)

Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab: hamdani ‘abdi(hambaku memujiku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Arrahmanirrahim(Yang maha pengasih lagi maha penyanyang)

Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab:’Atsna alayya ‘abdi(hambaku menyanjungiku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Maliki yaumiddin(Maha penguasa hari kemudian)

Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab:Majjadani abdi(hambaku mengagungkanku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in(kepada engkau kami menyembah dan kepada engkau kami minta pertolongan)

Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab:Hadza bayni wa bayna abdi,wali abdi wa saala(inilah bahagianku dan bahagian hambaku yg dimintanya)

Apabila hamba-KU mengucapkan:

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Ihdinash siratal mustaqim,siratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladh-dhaalin(pimpinlah kami ke jalan yang lurus,yakni jalan yang tidak engkau murkai dan tidak pula jalan orang yang sesat)

Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى menjawab:Hadza li abdi,wali ‘abdi ma saala(inilah bahagian hambaku,untuk apa yang dimintanya)

Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yg sama dengan kita. Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى akan memberikan Ampunan kepada hambaNya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

📝 Diringkas Oleh : Abu Shofiyyah Hafizhahullah

sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2047075275549439&id=100007409594383

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: