Uncategorized

Kaidah Dalam Menetapkan Nama dan Sifat Allah – Sifat Tangan

Sifat Tangan Bagi Allah Ta’ala
[ringkasan kajian kitab Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah Lis Syaikh Muhammad Khalil Harras@ Rumah Belajar Al Hasan bin Ali]

Dalam aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah secara pasti diyakini bahwa Allah Ta’ala memiliki sifat tangan sebagaimana yang Allah sebutkan sendiri tentang sifat-Nya tersebut di Al-Qur’an dan ini adalah salah satu aqidah penting yang wajib di imani.

يا إبليس ما منعك أن تسجد لما خلقت بيدي

“Wahai Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu untuk sujud kepada (Nabi Adam-pent) yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TANGAN-Ku.” (Qs: Shad : 75)

و قالت اليهود يدالله مغلولة. غلت أيديهم و لعنوا بما قالوا بل يداه مبسوطتان ينفق كيف يشاء

“Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Tidak demikian, tetapi kedua TANGAN Allah terbentang. Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki.” (QS : Al Maidah : 64)

Demikianlah Ahlus Sunnah dari masa ke masa mengimani bahwa Allah memiliki sifat tangan dengan empat kaidah yang penting :

1. Tidak menolak ayat atau hadits yang terkait dengan sifat tersebut
2. Tanpa memalingkan maknanya ke makna selain nya tanpa dalil (tahrif)
3. Tanpa mem-bagaimanakannya, dalam artian tidak membayangkan dan tidak membahas bagaimana bentuk sifat tersebut, karena itu semua diserahkan kepada Allah
4. Tanpa menyamakan atau menyerupakan sifat Allah tersebut dengan sifat makhluk.

Berdasarkan uraian ringkas diatas, maka kita mendapati beberapa faidah penting terkait sifat tangan bagi Allah, diantaranya :

1. Allah memiliki sifat tangan, mengimaninya dengan empat kaidah penting diatas
2. Allah menciptakan Adam dengan kedua tangan-Nya. Selain Adam ada tiga jenis makhluk lainnya yang diciptakan dengan tangan Allah. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خلق الله أربعا بيده : العرش و جنة عدن و القلم و آدم

“Allah menciptakan empat jenis makhluk dengan tangan-Nya : Al-‘Arsy, Surga ‘Adn, Al-Qalam, dan Adam”. (Dishahihkan oleh Asy Syeikh Al Albani dalam Mukhtashar Al-‘Uluw hal. 105)
3. Tangan Allah ada dua (keduanya adalah kanan) sebagaimana diterangkan dalam hadits yang shahih, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِين

“Orang-orang yang berlaku adil akan berada di sisi Allah di atas mimbar mimbar yang terbuat dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman ‘azza wa jalla -sedangkan KEDUA TANGAN-NYA adalah kanan” (Riwayat Muslim no. 3406)

Bagaimana dengan hadits dari Ibnu ‘Umar secara marfu’ :

يطوي الأرضين بشماله

“Dia melipat seluruh bumi dengan tangan kiri Nya”.

Seorang rawi hadits ini yang bernama Hamzah Al-‘Umari bersendiri dalam meriwayatkan tambahan hadist ini (dengan lafazh tangan kiri Nya), terlebih lagi Hamzah Al-‘Umari pun ternyata seorang perawi yang dha’if, sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syeikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah no. 203.

Adapun penyebutan tangan dengan lafazh tunggal atau jama’, tidaklah menafikan penetapan kedua tangan bagi Allah, misal seseorang berkata :

رأيت بعيني

“Aku melihat dengan mataku”.

Dengan menggunakan lafazh mufrod (tunggal) akan tetapi bermakna mutsanna (ganda) sebagaimana yang dipahami ialah :
“aku melihat dengan kedua mataku”
Atau ketika disebutkan tangan dengan lafazh jama’ sebagaimana dalam ayat kedua diatas juga tidak menafikan penetapan sifat dua tangan bagi Allah, bahkan terkadang Allah menyebutkan suatu hal dengan lafazh jama’ akan tetapi bermakna mutsanna (ganda), seperti ayat :

إن تتوبا إلى الله فقد صغت قلوبكما

“Jika kalian berdua (Aisyah & Hafshah-pent) bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kalian berdua telah condong (untuk menerima kebaikan)”. (QS : At Tahrim : 4)

Lafazh Qulub merupakan bentuk jama’ (plural) dari qalbun, akan tetapi yang dimaksud ialah kedua qalbu mereka berdua (Aisyah & Hafshah)

Bersambung In syaa Allah …..

Taman Sakinah Tambun

=======

Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: