Uncategorized

Nasehat Untuk Mereka Yang Sibuk Dengan Urusan Tahdzir Syaikh Fulan Terhadap Syaikh Fulan atau Ustadz Fulan Terhadap Ustadz Fulan (bag.2)

بسم الله الرحمن الرحيم

⚡Tujuan Al-Jarh wat-Ta’dil adalah Nasehat dan Menolong Al-Haq bukan Menjatuhkan dan Merendahkan Para Ahli Ilmu

Sebagian orang Shufi (maksudnya adalah Ahli zuhud & ibadah bukan Shufi yang dikenal sekarang) berkata kepada Ibnul-Mubarak ketika beliau membicarakan sebagian para perawi hadits:

ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﺎﻥ ﺗﻐﺘﺎﺏ. ﻗﺎﻝ: اﺳﻜﺖ، ﺇﺫا ﻟﻢ ﻧﺒﻴﻦ ﻓﻤﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﻌﺮﻑ اﻟﺤﻖ ﻣﻦ اﻟﺒﺎﻃﻞ؟

Wahai Abu Abdirrahman, engkau telah menggibahi (orang), Ibnul-Mubarak menjawab:
Diam engkau, jika kami tidak menjelaskan (keadaan mereka) maka darimana diketahui Al-haq dari yang Batil..?
📚(Disebutkan oleh Al-Qadhi Iyãdh dalam Tartib Al-Madãrik:3/51)

Dan berkata Syaikhul-Islam rahimahullah:
اﻟﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﺪﻉ ﻣﻦ اﻟﺮاﻓﻀﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ: ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﻓﻴﻪ ﺑﻴﺎﻥ اﻟﺤﻖ ﻭﻫﺪﻯ اﻟﺨﻠﻖ ﻭﺭﺣﻤﺘﻬﻢ ﻭاﻹﺣﺴﺎﻥ ﺇﻟﻴﻬﻢ، ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻤﻠﻪ ﺻﺎﻟﺤﺎ. ﻭﺇﺫا ﻏﻠﻆ ﻓﻲ ﺫﻡ ﺑﺪﻋﺔ ﻭﻣﻌﺼﻴﺔ ﻛﺎﻥ ﻗﺼﺪﻩ ﺑﻴﺎﻥ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎﺩ ﻟﻴﺤﺬﺭﻫﺎ اﻟﻌﺒﺎﺩ،

Membantah Ahli Bid’ah dari kalangan Rafidhah dan selain mereka; jika tidak dimaksudkan untuk menjelaskan Al-haq, memberi petunjuk kepada makhluk, kasih sayang kepada mereka, dan untuk berbuat baik kepada mereka, maka amalannya (yaitu bantahannya) tidaklah menjadi amal shaleh. Jika seorang keras dalam mencela bid’ah dan maksiat maka tujuannya adalah menjelaskan kerusakan yang ada pada bid’ah dan maksiat tersebut agar para hamba berhati-hati darinya.
📚(Minhãjus-Sunnah:5/239)

Perhatikanlah ucapan Syaikhul-Islam di atas yang ditujukan bagi mereka yang mentahdzir Ahli Bid’ah bahkan Rafidhah sekalipun, beliau syaratkan harus dengan tujuan membela Al-haq dan nasehat kepada mereka. Maka lebih utama Lagi jika yang dibantah adalah masih seorang yang berada di atas sunnah.!

Oleh karena itu, dalam membantah mereka yang masih dalam lingkaran Ahlussunnah haruslah dengan tujuan yang baik, bukan sekedar membeberkan kesalahan dan kekeliruannya agalagi dengan maksud merendahkan dan mencelanya.
Baca baik-baik ucapan yang sangat berharga dari Al-Hafidz ibnu Rajab berikut ini,

Berkata Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah:

ﻭﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﺃﺭاﺩ ﺑﺮﺩﻩ ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻟﺘﻨﻘﺺ ﻭاﻟﺬﻡ، ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﻌﻴﺐ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻴﺴﺘﺤﻖ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﺑﻞ ﺑﺎﻟﻌﻘﻮﺑﺔ ﻟﻴﺮﺗﺪﻉ ﻫﻮ ﻭﻧﻈﺮاﺅﻩ ﻋﻦ ﻫﺬﻩ اﻟﺮﺫاﺋﻞ اﻟﻤﺤﺮﻣﺔ.

Barangsiapa yang diketahui darinya bahwa tujuan dia membantah mereka adalah perendahan, celaan dan membuka aib, maka orang ini berhak mendapatkan hukuman agar dia dan orang yang sepertinya berhenti dari sifat buruk yang diharamkan ini.
📚(Majmu Rasãil Ibn Rajab:2/408)

Sungguh buruk sifat sebagian pengaku penuntut ilmu atau yang berlagak penuntut ilmu di zaman ini..!!! Kerja mereka adalah membeberkan kesalahan ustadz fulan dan fulan baik itu di majlis mereka ataupun di berbagai medsos karena ustadz Fulan telah berselisih dengan ustadz idamannya… Mulailah mereka berkata: ustadz fulan telah melakukan ini dan itu dan tidak bertaubat. Ustadz Fulan tidak memiliki adab (padahal dialah yang lebih parah tidak memiliki adab), dan selainnya dari tingkah aneh mereka… Sehingga murid-murid ustadz fulan yang dibantah tersebut ikut berbicara sehingga kekacauan-lah yang disaksikan.

Orang jenis ini hakikatnya adalah penyulut api perpecahan dan perselisihan di tengah Ahlussunnah. Jika kalian ingin perbaikan maka hendaklah engkau diam karena itu lebih bermanfaat bagimu dan orang lain.

Berkata Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah:
ولكن بعض طلبة العلم رضي بما عنده من العلم، وأصبح يجادل به كل من يخالف، وهذا سبب من أسباب الفرقة والاختلاف

“Akan tetapi, sebagian penuntut Ilmu merasa ridha (cukup) dengan Ilmu yang dia miliki, dan mulailah dia mendebat orang yang menyelisihinya. Ini adalah sebab di antara sebab-sebab perpecahan dan perselisihan.”

Syaikh Muhammad Al-Imam hafidzahullah mengomentari ucapan di atas:
فتأمل أيها القارئ الكريم إلى قول الشيخ …
وطبقها على واقع أهل السنة

Pembaca yang mulia, Perhatikanlah baik-baik ucapan Syaikh di atas,.. Lalu sesuaikan dengan realita Ahlussunnah (sekarang).
📒(At-Tanbih Al-Hasan:94)

نسأل الله السلامة والعافية.

✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma’bar-Yaman.

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: