Uncategorized

Zina Panca Indera dan Hikmah Wudhu

==============

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina tidak dapat tidak. Zina kedua mata adalah dengan memandang, Zina tangan dengan memegang, zina kedua telinga dengan mendengar, zina tangan dengan memegang, zina kaki dengan melangkah. Zina hati dengan menginginkan dan berangan-angan. Maka kemaluanlah yang akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. HR. Muslim No 6925.

Oleh karena itu diantara hikmah ketika kita buang angin justru yang diperintahkan dicuci adalah anggota badan yang ada di luar bukan anggota badan tempat keluarnya angin, karena anggota wudhu tersebut merupakan anggota badan yg terekspos keluar sehingga lebih mudah berbuat maksiat.

Selain itu semua anggota wudhu tersebut merupakan anggota tubuh yang bisa digunakan untuk mentaati atau maksiat kepada Allah.

Oleh karena itu membasuh anggota badan tersebut ketika berwudhu selain untuk mensucikan hati dalam rangka mentaati perintah Allah dan Rasul Nya juga untuk membersihkan dosa.

Ketika mencuci muka kita membersihkan membersihkan dosa mata. Ketika berkumur-kumur kita membersihkan lisan dari dosa ghibah, dusta, fitnah, dan sejenisnya. Ketika membasuh telinga kita membersihkan dosa telinga dari pendengaran yang diharamkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak seorang pun diantara kalian yang mendekatkan air wudhunya lalu dia berkumur, memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya, kecuali akan berjatuhan kesalahan-kesalahan wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya dan kesalahan-kesalahan hidungnya. Jika dia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan Allah, kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung jenggotnya. Kemudian mencuci kedua tangannya sampai siku, kecuali kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya. Kemudian jika ia mengusap kepala, maka kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air. Lalu jika dia mencuci kakinya sampai mata kaki, maka kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersama tetesan air. (Muttafaqun ‘alaihi).

Sudahkah kita berwudhu dengan niat menggugurkan dosa-dosa kita atau hanya sekedar melaksanakan rutinitas semata?

====== Mohammad Sidiqi ======

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2002775333085686&id=100000597161049

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: