Uncategorized

Hukuman Bagi Yang Meninggalkan Shalat di sisi Fuqaha Syafi’iyah adalah Hukuman Mati

Sebagian Syafi’iyyah mengkafirkan orang yang tidak shalat karena malas dan menyepelekan. Namun yang mu’tamad dalam madzhab ialah tidak kafir selama masih menganggap bahwa shalat hukumnya wajib. Hal ini selaras dengan pendapat jumhur dan menyelisihi pendapat madzhab Hambali yang mengkafirkan orang yang tidak shalat.

Akan tetapi orang yang tidak shalat walau tidak dikafirkan, dalam madzhab Syafi’i mereka tetap mendapatkan hukuman. Apa hukumannya ? Hukumannya ialah mati, ya…hukum mati !

Al-Imam An-Nawawi Rahmatullah ‘alaihi dikitab beliau At-Tahqiq menuturkan tentang tidak kafirnya orang yang meninggalkan shalat menurut pendapat yang shahih, kemudian beliau berkata :

لكن يقتل بترك الصلاة…..

“Namun orang yang meninggalkan shalat dihukum mati”

Beliau melanjutkan di alinea selanjutnya,

و إن قال تعمدت تركها قتل

“Apabila orang yang tidak shalat tersebut berkata : Saya sengaja meninggalkannya, maka ia dihukum mati”

Sumber bacaan : At-Tahqiq Fi Fiqhil Imam Asy-Syafi’i hal. 192-193

Al Ustadz Abu Hanifah Ibnu Yasin

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

%d blogger menyukai ini: