Uncategorized

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Ar-Rayah & Al-Liwã’ (1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Merupakan sesuatu yang penting dalam pengetahuan seorang adalah mengetahui hakikat sesuatu bukan sekedar nama. Kebanyakan kaum muslimin hanya mengetahui nama Ar-Rayah atau Al-Liwa bahwa itulah bendera Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Entah karena kebodohan atau karena tersebarnya opini yang salah di tengah masyarakat. Dengan demikian, sudah sepatutnya seorang muslim untuk mengetahui apa sebenarnya Ar-Rayah dan Al-Liwa itu???

✅Makna Ar-Rayah & Al-Liwa

Berikut ini adalah nukilan-nukilan dari penjelasan Ulama tentang makna Ar-Rayah dan Al-Liwa’.

➡Berkata Ibrahim Al-Harbi rahimahullah (w.285 H),

…ﺭاﻳﺔ: ﻭﻫﻲ ﺃﻋﻼﻡ ﻟﻜﻞ ﻓﺮﻳﻖ ﻭاﻟﻠﻮاء ﻟﻷﻣﻴﺮ اﻷﻋﻈﻢ ﻭﻗﺪ ﻳﺴﻤﻰ اﻟﻠﻮاء ﺭاﻳﺔ ﻛﻤﺎ ﻗﻴﻞ: ﻛﺎﻧﺖ ﺭاﻳﺔ ﻋﻠﻲ ﻳﻮﻡ ﺻﻔﻴﻦ ﺣﻤﺮاء ﻭﺭاﻳﺔ ﺧﺎﻟﺪ ﺳﻮﺩاء

Rayah adalah bendera-bendera untuk setiap regu pasukan (jihad), sedangkan Liwa adalah untuk Pemimpin (Panglima perang) tertinggi. Dan kadang Liwa dinamakan juga Rayah, sebagaimana disebutkan: rayah Ali radhiyallahu anhu ketika perang Shiffin berwarna merah, dan Rayah Khalid radhiyallahu anhu berwarna hitam.
📚(Gharibul-Hadits:2/776)

➡Berkata Ibnul-Atsir rahimahullah (w.606 H),

اﻟﻠﻮاء: اﻟﺮاﻳﺔ، ﻭﻻ ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺠﻴﺶ.

Liwa’ adalah Rayah, tidak ada yang memegangnya kecuali pemimpin pasukan.
📚(An-Nihayah Fi Gharibil-Hadits:4/279)

➡Berkata An-Nawawi rahimahullah (w.676),

ﻗﺎﻝ ﺃﻫﻞ اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻠﻮاء اﻟﺮاﻳﺔ اﻟﻌﻈﻴﻤﺔ ﻻ ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ ﺟﻴﺶ اﻟﺤﺮﺏ ﺃﻭ ﺻﺎﺣﺐ ﺩﻋﻮﺓ اﻟﺠﻴﺶ ﻭﻳﻜﻮﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﺗﺒﻌﺎ ﻟﻪ

Berkata pakar Bahasa Arab: Liwa adalah Rayah yang besar, tidak ada yang memegangnya kecuali pemimpin pasukan perang atau penyeru (pengatur) pasukan yang mana para pasukannya mengikuti (arahannya).
📚(Syarh Shahih Muslim:12/43)

➡Berkata Ibnu Hajar rahimahullah (w.852 H),

اﻟﻠﻮاء ﺑﻜﺴﺮ اﻟﻻﻡ ﻭاﻟﻤﺪ ﻫﻲ اﻟﺮاﻳﺔ ﻭﻳﺴﻤﻰ ﺃﻳﻀﺎ اﻟﻌﻠﻢ ﻭﻛﺎﻥ اﻷﺻﻞ ﺃﻥ ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﺭﺋﻴﺲ اﻟﺠﻴﺶ ﺛﻢ ﺻﺎﺭﺕ ﺗﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ.
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ اﻟﻌﺮﺑﻲ اﻟﻠﻮاء ﻏﻴﺮ اﻟﺮاﻳﺔ ﻓﺎﻟﻠﻮاء ﻣﺎ ﻳﻌﻘﺪ ﻓﻲ ﻃﺮﻑ اﻟﺮﻣﺢ ﻭﻳﻠﻮﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻭاﻟﺮاﻳﺔ ﻣﺎ ﻳﻌﻘﺪ ﻓﻴﻪ ﻭﻳﺘﺮﻙ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﻔﻘﻪ اﻟﺮﻳﺎﺡ ﻭﻗﻴﻞ اﻟﻠﻮاء ﺩﻭﻥ اﻟﺮاﻳﺔ ﻭﻗﻴﻞ اﻟﻠﻮاء اﻟﻌﻠﻢ اﻟﻀﺨﻢ ﻭاﻟﻌﻠﻢ ﻋﻼﻣﺔ ﻟﻤﺤﻞ اﻷﻣﻴﺮ ﻳﺪﻭﺭ ﻣﻌﻪ ﺣﻴﺚ ﺩاﺭ ﻭاﻟﺮاﻳﺔ ﻳﺘﻮﻻﻫﺎ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺤﺮﺏ

Liwa yaitu Rayah, dan dinamakan juga Alam (bendera). Asalnya dipegang oleh Pemimpin pasukan, lalu menjadi bendera yang dipancangkan di depan pasukan.

Berkata Abu Bakr ibnul-Arabi rahimahullah: Liwa berbeda dengan Rayah. Liwa adalah (kain) yang diikatkan pada tombak dan dililitkan, adapun Rayah adalah yang diikatkan pada tombak lalu dibiyarkan sehingga menjadi terkibar oleh angin.
Dan ada yang berpendapat: Liwa lebih kecil dari Rayah.
Ada juga yang berpendapat: Liwa adalah bendera yang besar, dan Alam adalah yang menjadi tanda keberadaan Pemimpin pasukan yang selalu bersamanya di manapun dia bergerak, sedangkan Rayah adalah (bendera) yang dipegang oleh para panglima pasukan Perang.
📚(Fathul-Bari:6/126, lihat juga:7/477) dan Semisalnya oleh Al-Aini rahimahullah dalam (Umdatul-Qãri:14/232) dan Al-Qistillani rahimahullah dalam (Irsyãdus-Sãri:5/128), Al-Mubarakfuri dalam (Tuhfatul-Ahwadzi:5/266-267)

➡Berkata Abul-Hasan As-Sindi:

ﻗﻴﻞ: اﻟﺮاﻳﺔ ﻭاﻟﻠﻮاء ﻣﺘﺮاﺩﻓﺎﻥ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ، ﻭﻗﻴﻞ: ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﺮﻕ ﺑﺄﻥ اﻟﻠﻮاء ﻫﻮ اﻟﻌﻠﻢ اﻟﺼﻐﻴﺮ، ﻭاﻟﺮاﻳﺔ اﻟﻜﺒﻴﺮ

Ada yang berpendapat: Rayah dan Liwa bermakna sama tidak ada perbedaan antara keduanya. Pendapat lain: keduanya ada perbedaan; Liwa adalah bendera yang kecil, sedangkan Rayah bendera yang besar.
📚(Hasyiah As-Sindi:2/189)

📃Beberapa faedah dari uraian di atas:
1-Rayah dan Liwa’ adalah sama-sama bermakna bendera,
2-sebagian pendapat: Rayah dan Liwa bermakna sama yaitu bendera yang dipegang oleh pemimpin pasukan.
3-sebagian pendapat: Rayah dan Liwa berbeda maknanya:
-ada yang mengatakan bahwa Rayah adalah bendera besar, sedangkan Liwa bendera kecil.
-ada yang mengatakan bahwa Rayah adalah bendera yang dipegang oleh setiap pasukan perang (dipegang panglimanya), sedangkan Liwa dipegang pemimpin tertinggi.
-ada yang mengatakan bahwa Liwa adalah kain yang diikat dan dililitkan pada tombak, sedangkan Rayah adalah yang diikatkan pada tombak untuk dikibarkan.

Maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Rayah dan Liwa’ adalah sama-sama bendera yang dipakai dan dijadikan simbol oleh pasukan ketika perang.

Dengan ini, jelaslah kekeliruan sebagian saudara kita yang menerjemahkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:

ﻛﺎﻧﺖ ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﻮﺩاء ﻭﻟﻮاﺅﻩ ﺃﺑﻴﺾ،

Dengan terjemahan:

“Bendera Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berwarna hitam dan BERUKIR TULISAN berwarna putih.”
📚(Hadits ini hasan lighairih, tanpa tambahan kalimat Tauhid, sebagaimna penulis telah jelaskan pada tulisan sebelumnya)

Penulis belum dapatkan seorang ulama mengartikan Liwa’ dengan ukiran tulisan. Ini sejauh pengetahuan ana, wallahu A’lam.

👉Yang intinya: Rayah dan Liwa’ keduanya adalah bendera perang, BUKAN BENDERA ORGANISASI ATAU KELOMPOK.!!

📝In syaa Allah bersambung pembahasan tentang warna dan bentuk Bendera, dan Siapakah yang berhak membuat bendera?

18 Shafaf 1440
Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
Darul-Hadits Ma’bar-Yaman

🌐http://www.thalibmabar.online/mengenal-lebih-dekat-apa-itu-ar-rayah-al-liwa-1/

Iklan

About Fahruddin Abu Shafiyyah

Hanya Seorang Hamba Yang Sangat Butuh Kepada Ampunan Rabbnya

Diskusi

Komentar ditutup.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Radio An-Nash Jakarta

Daftar Coretan

Iklan
%d blogger menyukai ini: